Pelatih Prancis Didier Deschamps mengatakan bahwa “harmoni” di dalam skuadnya tidak layak ditaksir dengan mengingat bintang Real Madrid Karim Benzema.

Benzema tidak tampil untuk Les Bleus sejak dituntut oleh polisi sehubungan dengan upaya pemerasan yang diduga menargetkan rekan satu timnya di tim internasional Mathieu Valbuena, sebuah kasus yang belum diadili.

Petenis berusia 29 tahun itu absen dalam Kejuaraan Eropa tahun lalu di lapangan tanah, namun presiden Federasi Sepakbola Prancis (FFF) Noel Le Graet mengumumkan pada bulan Februari bahwa keputusan mengenai kepulangannya ke set-up hanya didasarkan pada Deschamps.

Benzema sekali lagi absen dari skuad yang akan mengikuti pertandingan melawan Paraguay, Swedia dan Inggris pada bulan Juni.

La liste tuangkan Prancis-Paraguay (02 juin), Suède-Prancis (09 juin) et France-Angleterre (13 juin) #FiersdetreBleus pic.twitter.com/4aq1lukxec
– Equipe de France (@equipedefrance) 18 Mei 2017

Dengan kembalinya Alexandre Lacazette dan Kurt Zouma bergabung dengan orang-orang seperti juara Ligue 1 Kylian Mbappe dan Thomas Lemar, Deschamps telah mengisyaratkan bahwa melihat ke masa depan bisa mengeja akhir harapan internasional Benzema di bawah kepemimpinannya.

Pelatih tersebut mengatakan kepada wartawan: “Tim Prancis dibangun di depan Euro, yang dikonsolidasikan melalui kompetisi di mana Prancis berhasil melaju ke final.

“Grup terus berada di fase kualifikasi ini [untuk Piala Dunia 2018].

Leave a Reply